Menkeu Purbaya Akui Kebijakan Likuiditas Belum Optimal, Ini Dampaknya bagi Pasar Keuangan

Januari 19, 2026

By Ramadhan Maulana Ikhsan

Daftar Isi

Pada Intinya :

1. Purbaya menjelaskan bahwa berdasarkan perhitungan awal, tambahan likuiditas tersebut seharusnya mampu meningkatkan pertumbuhan uang primer hingga 13 persen. Dengan kondisi tersebut, kredit perbankan diharapkan tumbuh double digit di akhir tahun

2. Accurate Online menyusun laporan laba rugi, neraca, dan arus kas secara real-time, sehingga Anda dapat melihat dampak kebijakan likuiditas terhadap bisnis dengan lebih jelas

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa kebijakan injeksi likuiditas senilai Rp 200 triliun yang dirancang pemerintah sempat tidak berjalan seefektif perhitungan awal.

Menurutnya, dana yang disalurkan ke sistem keuangan justru kembali terserap oleh Bank Indonesia (BI). Akibatnya, pertumbuhan uang primer atau base money (M0) tidak bertahan lama dan gagal mendorong kredit tumbuh sesuai target.

Injeksi Likuiditas Rp 200 Triliun Tidak Memberikan Efek Maksimal

Purbaya menjelaskan bahwa berdasarkan perhitungan awal, tambahan likuiditas tersebut seharusnya mampu meningkatkan pertumbuhan uang primer hingga 13 persen. Dengan kondisi tersebut, kredit perbankan diharapkan tumbuh double digit di akhir tahun.

Namun, penyerapan kembali oleh BI menyebabkan efek tersebut tidak berlangsung stabil.

Baca Juga : Perbandingan Metode Pencatatan Laporan Keuangan Manual vs Digital

Penyerapan Dana oleh BI Terjadi Secara Bertahap

Penyerapan likuiditas mulai terjadi sejak pekan kedua September 2025 dan berlangsung berlanjut di bulan-bulan berikutnya.

Baca Juga :  Tren Ekonomi Asia Tenggara: Kenaikan Gaji dan Keuntungan Menggunakan Accurate Online

Pertumbuhan Uang Primer Sempat Turun Mendekati Nol

Pada satu titik, pertumbuhan base money bahkan kembali turun mendekati 0 persen, sehingga kebijakan tersebut dinilai tidak seefektif yang direncanakan.

Koordinasi Pemerintah dan BI Kini Diperbaiki

Meski menghadapi kendala di tahap awal, Purbaya menegaskan bahwa saat ini koordinasi dengan bank sentral sudah diperbaiki.

Kebijakan Likuiditas Kini Lebih Selaras untuk Stabilitas Pasar

Pemerintah dan BI disebut telah menemukan titik keseimbangan kebijakan yang lebih harmonis guna menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.

Baca Juga :  Dapatkan Informasi Lengkap tentang Perusahaan Accurate di Akuntansiusaha.id

Sinyal Pemulihan Terlihat di Pasar Modal dan Obligasi

Perbaikan kondisi likuiditas mulai tercermin dari:

– Pergerakan indeks saham yang menguat

– Penurunan yield obligasi pemerintah

– Arus dana yang mulai masuk ke pasar keuangan

Purbaya optimistis pasar saham masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan, meskipun akan tetap diwarnai fluktuasi jangka pendek.

Accurate Online Membantu Bisnis Mengelola Dampak Kebijakan Likuiditas

Perubahan kebijakan likuiditas dan kondisi pasar keuangan sangat memengaruhi arus kas serta keputusan investasi bisnis.

1. Pantau Kondisi Keuangan Bisnis

Accurate Online membantu memantau arus kas dan posisi keuangan usaha secara otomatis, sehingga Anda tetap bisa mengontrol kondisi finansial di tengah dinamika kebijakan ekonomi.

2. Buat Laporan Keuangan Lebih Mudah

Accurate Online menyusun laporan laba rugi, neraca, dan arus kas secara real-time, sehingga Anda dapat melihat dampak kebijakan likuiditas terhadap bisnis dengan lebih jelas.

3. Kelola Risiko Keuangan dan Investasi

Accurate Online membantu Anda mengambil keputusan bisnis dan investasi berdasarkan data yang akurat, bukan sekadar spekulasi

Langganan Accurate Online melalui www.akuntansiusaha.id dengan tim expert berpengalaman respon cepat dan ramah dalam pelayanan

Baca Juga :  Tingkatkan Laporan Penjualan Mingguan Pakai Accurate Online, Langganan Sekarang Dapatkan Promo!

KLIK DISINI Untuk Langganan Accurate

Tags: , Views: 43

PROMO SPESIAL

Diskon 26% + Cashback Rp. 300rb Accurate Online 1 Tahun.

1 Database 1 user + 1 User Tambahan

Rp. 3.596.400
Rp. 2.664.00

Gratis Konsultasi dan Demo