Kementan Tetapkan Harga Ayam Hidup Rp. 19.500 dan Telur Rp. 24.000, Berdampak bagi Peternak

Juli 7, 2026

By Ramadhan Maulana Ikhsan

Daftar Isi

Pada Intinya :

1. Kementerian Pertanian menetapkan harga ayam pedaging hidup atau live bird sebesar Rp19.500 per kilogram. Selain itu, harga telur ayam ras ditetapkan sebesar Rp24.000 per kilogram di tingkat peternak

2. Penetapan harga ayam dan telur menunjukkan bahwa pelaku usaha perlu memahami struktur biaya produksi dengan jelas. Peternak tidak cukup hanya mengetahui harga jual. Mereka juga perlu menghitung biaya pakan, bibit, vitamin, tenaga kerja, transportasi, dan biaya operasional lainnya

Kebijakan harga ini mulai berlaku pada 15 Juli 2026. Penetapan harga tersebut menjadi langkah pemerintah untuk menjaga stabilitas sektor perunggasan, terutama setelah harga ayam dan telur sempat turun di bawah biaya pokok produksi.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menjelaskan bahwa pemerintah ingin menjaga keseimbangan antara kepentingan peternak dan konsumen. Peternak tetap harus mendapat keuntungan yang layak. Di sisi lain, masyarakat juga perlu mendapatkan harga pangan yang tetap terjangkau.

Alasan Kementan Menetapkan Harga Ayam dan Telur

Harga ayam dan telur memiliki peran penting dalam kebutuhan pangan masyarakat. Keduanya menjadi sumber protein yang banyak dikonsumsi rumah tangga di Indonesia. Karena itu, perubahan harga ayam dan telur dapat berdampak langsung pada daya beli masyarakat dan keberlanjutan usaha peternakan.

Dalam beberapa waktu terakhir, harga ayam pedaging dan telur ayam ras di tingkat peternak mengalami tekanan. Bahkan, harganya berada di bawah biaya pokok produksi. Kondisi ini dapat merugikan peternak, terutama peternak rakyat yang memiliki modal terbatas.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Single-Step Income Statement untuk UMKM: Mudah, Cepat, dan Akurat dengan Accurate Online

Jika harga terlalu rendah, peternak sulit menutup biaya pakan, bibit, tenaga kerja, obat-obatan, dan operasional kandang. Namun, jika harga terlalu tinggi, konsumen akan terbebani. Karena itu, pemerintah menetapkan harga yang dianggap lebih seimbang.

Baca Juga :  Percepatan Kopdes Merah Putih 2026: Peluang Rekrutmen Manajer dan Pentingnya Pengelolaan Keuangan Modern

Baca Juga : Software Akuntansi Accurate Online: Solusi Efisiensi Bisnis di Tengah Krisis Ekonomi

Dampak Kebijakan Harga Ayam dan Telur

1. Menjaga Keuntungan Peternak

Penetapan harga ayam hidup Rp19.500 per kilogram dan telur Rp24.000 per kilogram diharapkan dapat membantu peternak memperoleh margin yang lebih sehat.

Bagi peternak, harga jual yang stabil sangat penting untuk menjaga kelangsungan usaha. Dengan harga yang lebih terukur, peternak dapat menghitung biaya produksi, memperkirakan pendapatan, dan merencanakan kebutuhan operasional dengan lebih baik.

Kebijakan ini juga dapat membantu mencegah kerugian berulang akibat harga jual yang terlalu rendah di tingkat peternak.

2. Menjaga Harga Pangan Tetap Terjangkau

Selain melindungi peternak, pemerintah juga berupaya menjaga agar harga ayam dan telur tidak melonjak terlalu tinggi di tingkat konsumen.

Ayam dan telur merupakan bahan pangan utama bagi banyak keluarga. Jika harga naik terlalu tajam, pengeluaran rumah tangga ikut meningkat. Karena itu, pengendalian harga menjadi penting agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan protein harian.

Dengan kebijakan ini, pemerintah berusaha menciptakan harga yang tidak terlalu murah bagi peternak, tetapi juga tidak terlalu mahal bagi konsumen.

3. Mendorong Stabilitas Sektor Perunggasan

Kebijakan harga ini juga bertujuan menjaga stabilitas industri perunggasan nasional. Sektor ini melibatkan banyak pihak, mulai dari peternak, pemasok pakan, pelaku distribusi, pedagang, hingga konsumen akhir.

Baca Juga :  Mudahkan Analisis Data Penjualan Growth Marketing dengan Accurate Online

Jika harga di tingkat peternak terus jatuh, banyak peternak dapat mengurangi produksi. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut bisa memengaruhi pasokan ayam dan telur di pasar.

Melalui rembuk perunggasan bersama HKTI, asosiasi peternak, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lain, pemerintah ingin memastikan kebijakan ini berjalan secara lebih terkoordinasi.

Pentingnya Pencatatan Biaya bagi Peternak dan Pelaku Usaha

Penetapan harga ayam dan telur menunjukkan bahwa pelaku usaha perlu memahami struktur biaya produksi dengan jelas. Peternak tidak cukup hanya mengetahui harga jual. Mereka juga perlu menghitung biaya pakan, bibit, vitamin, tenaga kerja, transportasi, dan biaya operasional lainnya.

Baca Juga :  Lokasi Pembelian Langganan Accurate Online Jabodetabek DISINI

Pencatatan keuangan yang rapi membantu peternak dan pelaku usaha mengetahui apakah bisnis benar-benar untung atau justru merugi. Data keuangan juga penting untuk menentukan strategi harga, mengatur stok, dan membuat keputusan pembelian.

Accurate Online dapat membantu pelaku usaha mencatat transaksi, memantau biaya, mengelola persediaan, dan membuat laporan keuangan secara praktis. Dengan sistem berbasis cloud, pemilik bisnis dapat melihat kondisi usaha secara lebih cepat dan akurat.

Kementan menetapkan harga ayam hidup sebesar Rp19.500 per kilogram dan telur ayam ras Rp24.000 per kilogram di tingkat peternak. Kebijakan ini mulai berlaku pada 15 Juli 2026.

Langkah tersebut bertujuan menjaga keseimbangan antara keuntungan peternak dan keterjangkauan harga bagi konsumen. Bagi pelaku usaha, kebijakan ini juga menjadi pengingat pentingnya pencatatan biaya dan laporan keuangan yang rapi agar keputusan bisnis lebih tepat.

Akuntansiusaha.id mitra resmi penjualan Accurate Online

Tags: , Views: 51

PROMO SPESIAL

Diskon 26% + Cashback Rp. 300rb Accurate Online 1 Tahun.

1 Database 1 user + 1 User Tambahan

Rp. 4.242.400
Rp. 3.219.000

Gratis Konsultasi dan Demo