Anggaran MBG 2026 Tembus Rp 335 Triliun : Rincian Lengkap dan Dampak bagi Pengelolaan Keuangan
Februari 23, 2026
By Ramadhan Maulana Ikhsan
Pada Intinya :
1. Berdasarkan informasi resmi, anggaran MBG dirancang mencapai Rp 335 triliun. Angka ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendorong program pemenuhan gizi nasional secara masif dan terstruktur
2. Digitalisasi sistem keuangan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Dengan dukungan software akuntansi Accurate Online, pengelolaan anggaran dalam skala besar dapat dilakukan lebih efektif, efisien, dan akuntabel
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 resmi disetujui DPR RI. Salah satu pertanyaan yang banyak muncul adalah: berapa sebenarnya anggaran MBG tahun 2026?
Berdasarkan informasi resmi, anggaran MBG dirancang mencapai Rp 335 triliun. Angka ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendorong program pemenuhan gizi nasional secara masif dan terstruktur.
Rincian Anggaran MBG 2026
Dalam APBN 2026, total anggaran pendidikan naik menjadi Rp 769,1 triliun, dari sebelumnya Rp 757,8 triliun. Dari total tersebut, Rp 223 triliun dialokasikan untuk program MBG.
Jika dirinci berdasarkan sumber sektor, anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) berasal dari:
– Sektor Pendidikan: Rp 223 triliun (83,4%)
– Sektor Kesehatan: Rp 24,7 triliun (9,2%)
– Sektor Ekonomi: Rp 19,7 triliun (7,4%)
Sementara itu, alokasi pembelanjaan MBG terbagi menjadi:
– Belanja barang (termasuk pengadaan makanan bergizi): Rp 261 triliun (97,7%)
– Belanja pegawai: Rp 3,8 triliun (1,4%)
– Belanja modal: Sekitar Rp 3 triliun (0,9%)
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa total anggaran resmi yang diterima BGN adalah Rp 268 triliun, sementara Rp 67 triliun lainnya masuk kategori standby.
Lebih lanjut, sekitar 95,4% anggaran BGN (Rp 255 triliun) difokuskan untuk program pemenuhan gizi nasional. Sisanya, 4,6% (Rp 12,4 triliun) dialokasikan untuk dukungan manajemen.
Baca Juga : Efek Domino Proyek MBG: Otomotif Terdongkrak, Aktivitas Ekonomi Meningkat
Dampak Besar bagi Pengelolaan Keuangan dan Distribusi
Besarnya anggaran MBG tentu tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan dan kesehatan, tetapi juga pada:
– Distribusi bahan pangan dalam skala nasional
– Pengadaan barang dan jasa
– Manajemen operasional
– Pengelolaan anggaran dan pelaporan keuangan
Program dengan nilai ratusan triliun rupiah membutuhkan sistem pencatatan yang rapi, transparan, dan real-time agar setiap pengeluaran dapat dipertanggungjawabkan.
Di sinilah pentingnya penggunaan sistem akuntansi berbasis cloud seperti Accurate Online.
Mengapa Sistem Akuntansi Digital Sangat Penting?
Dengan nilai belanja barang mencapai Rp 261 triliun, pengelolaan transaksi tentu sangat kompleks. Tanpa sistem yang terintegrasi, risiko kesalahan pencatatan, duplikasi transaksi, hingga ketidaksesuaian laporan bisa saja terjadi.
Accurate Online membantu dalam:
– Pencatatan transaksi otomatis
– Monitoring anggaran dan realisasi biaya
– Laporan keuangan real-time
– Pengelolaan pembelian dan persediaan
– Audit trail yang transparan
Baik untuk instansi, yayasan, distributor bahan pangan, maupun vendor pengadaan, sistem akuntansi digital menjadi kebutuhan utama dalam mendukung program skala nasional seperti MBG.
Anggaran MBG 2026 yang mencapai Rp 335 triliun menunjukkan komitmen besar dalam meningkatkan kualitas gizi nasional. Namun, di balik besarnya angka tersebut, dibutuhkan pengelolaan keuangan yang profesional dan transparan.
Digitalisasi sistem keuangan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Dengan dukungan software akuntansi Accurate Online, pengelolaan anggaran dalam skala besar dapat dilakukan lebih efektif, efisien, dan akuntabel.
Langganan Accurate Online melalui www.akuntansiusaha.id dengan tim expert berpengalaman respon cepat dan ramah dalam pelayanan
KLIK DISINI Untuk Langganan Accurate



