Transaksi Aman dengan Surat Perjanjian Jual Beli: Contoh dan Cara Buatnya

Februari 10, 2026

By Ramadhan Maulana Ikhsan

Pada Intinya :

1. Surat perjanjian jual beli adalah dokumen tertulis yang berisi kesepakatan antara dua pihak mengenai transaksi suatu barang atau aset dengan nilai dan syarat tertentu

2. Accurate Online memungkinkan Anda mencatat transaksi jual beli secara otomatis, menyimpan data pelanggan dan penjualan dengan rapi, serta menghasilkan laporan keuangan real-time dalam satu sistem terintegrasi

Dalam setiap transaksi, terutama yang melibatkan nilai besar seperti tanah, rumah, atau kendaraan, keamanan hukum adalah hal utama. Salah satu cara terbaik untuk memastikan transaksi berjalan aman adalah dengan membuat surat perjanjian jual beli.

Dokumen ini bukan sekadar formalitas, melainkan bukti tertulis yang melindungi hak dan kewajiban penjual maupun pembeli. Dengan surat perjanjian yang jelas dan lengkap, risiko sengketa di kemudian hari dapat diminimalkan.

Apa Itu Surat Perjanjian Jual Beli?

Surat perjanjian jual beli adalah dokumen tertulis yang berisi kesepakatan antara dua pihak mengenai transaksi suatu barang atau aset dengan nilai dan syarat tertentu.

Di dalamnya memuat informasi penting seperti:

Baca Juga :  Catat Jurnal Pembelian dan Penjualan Perusahaan Cepat dan Akurat Pakai Accurate Online

– Identitas lengkap penjual dan pembeli

– Deskripsi objek yang diperjualbelikan

– Harga dan metode pembayaran

– Hak dan kewajiban masing-masing pihak

– Ketentuan penyelesaian sengketa

Dokumen ini menjadi dasar hukum atas perpindahan hak kepemilikan dari penjual kepada pembeli.

Mengapa Surat Perjanjian Jual Beli Itu Penting?

Membuat surat perjanjian jual beli memberikan beberapa manfaat utama:

1. Memberikan Kepastian Hukum

Seluruh kesepakatan tercatat secara resmi dan dapat dijadikan alat bukti apabila terjadi perselisihan.

2. Menghindari Kesalahpahaman

Detail harga, cara pembayaran, hingga waktu serah terima dituliskan dengan jelas sehingga tidak menimbulkan tafsir ganda.

3. Melindungi Kedua Belah Pihak

Baik penjual maupun pembeli memiliki perlindungan hukum yang seimbang sesuai isi perjanjian.

Baca Juga :  Founder Accurate Darwin Tjoe: Teknologi Mudahkan Pencatatan Akunting

Komponen Wajib dalam Surat Perjanjian Jual Beli

Agar sah dan kuat secara hukum, surat perjanjian harus memuat beberapa unsur penting berikut:

1. Identitas Para Pihak

Cantumkan nama lengkap, alamat, serta nomor identitas resmi seperti KTP atau paspor.

2. Objek Jual Beli

Jelaskan secara rinci barang atau aset yang diperjualbelikan

Untuk tanah atau rumah: sertifikat, luas, lokasi.
Untuk kendaraan: merek, tipe, tahun, nomor rangka, nomor mesin.

3. Harga dan Metode Pembayaran

Tuliskan nilai transaksi secara jelas serta cara pembayarannya, apakah tunai, transfer, atau cicilan.

4. Hak dan Kewajiban

Atur tanggung jawab masing-masing pihak, termasuk sanksi jika terjadi pelanggaran.

5. Tanda Tangan dan Materai

Perjanjian harus ditandatangani kedua belah pihak di atas materai agar memiliki kekuatan hukum yang sah.

Cara Membuat Surat Perjanjian Jual Beli yang Benar

Agar transaksi benar-benar aman, ikuti langkah berikut:

Baca Juga :  Promo Akhir Tahun Accurate POS Cara Elegan Bikin Bisnis Lebih Efisien Tanpa Bikin Dompet Boncos

– Sepakati detail objek dan harga sejak awal.

– Gunakan data identitas resmi dan pastikan tidak ada kesalahan penulisan.

– Tuliskan metode pembayaran dan tenggat waktu secara rinci.

– Sertakan klausul penyelesaian sengketa.

– Tanda tangani di atas materai dan, jika perlu, libatkan saksi.

– Struktur yang rapi akan membuat dokumen lebih profesional dan meminimalkan risiko hukum.

– Contoh Singkat Surat Perjanjian Jual Beli

Baca Juga : Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS, Imbas Outlook Kredit RI dan Sentimen Global

Berikut contoh sederhana untuk transaksi kendaraan:

Pada tanggal 3 Juli 2024, telah terjadi perjanjian jual beli antara:

Penjual: Ahmad Fauzi

Pembeli: Dimas Saputra

Objek transaksi adalah satu unit mobil Toyota Avanza tahun 2021 dengan harga Rp210.000.000. Pembayaran dilakukan secara tunai pada saat penandatanganan. Setelah pembayaran diterima, penjual menyerahkan kendaraan beserta STNK dan BPKB kepada pembeli.

Baca Juga :  Saatnya Pesantren Digitalisasi Pencatatan Keuangan Sesuai Standart Akuntansi: Gontor Latih ADM dan Staf Unit Usaha Literasi Keuangan

Perjanjian ini dibuat secara sadar tanpa paksaan dan disepakati kedua belah pihak.

Jangan Hanya Aman di Dokumen, Pastikan Juga Aman di Pencatatan

Membuat surat perjanjian jual beli memang penting untuk perlindungan hukum. Namun, dalam bisnis, keamanan tidak berhenti di dokumen saja.

Setiap transaksi juga harus tercatat dengan rapi agar:

– Arus kas tetap terkontrol

– Laporan keuangan akurat

– Data transaksi mudah dilacak

– Risiko kesalahan pencatatan dapat diminimalkan

Di sinilah Accurate Online membantu.

Accurate Online memungkinkan Anda mencatat transaksi jual beli secara otomatis, menyimpan data pelanggan dan penjualan dengan rapi, serta menghasilkan laporan keuangan real-time dalam satu sistem terintegrasi.

Baca Juga :  Integrasikan Jualan Online di Berbagai Marketplace dengan Software Canggih Accurate Online Bekasi

Jadi, setelah transaksi aman secara hukum, pastikan juga aman secara pencatatan.

Gunakan Accurate Online untuk mengelola transaksi bisnis lebih profesional, terstruktur, dan efisien

Hubungi Akuntansiusaha.id Sekarang !

Tags: , Views: 26

PROMO SPESIAL

Diskon 26% + Cashback Rp. 300rb Accurate Online 1 Tahun.

1 Database 1 user + 1 User Tambahan

Rp. 3.596.400
Rp. 2.664.00

Gratis Konsultasi dan Demo