Menkeu Purbaya Hitung Ulang Rencana Penurunan PPN, Risiko Kehilangan Rp70 Triliun per 1% Jadi Pertimbangan Utama

Desember 30, 2025

By Ramadhan Maulana Ikhsan

Daftar Isi

Pada Intinya :

1. Dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (28/10/2025), Purbaya mengungkapkan bahwa penurunan tarif PPN sebesar 1% berpotensi mengurangi pendapatan negara hingga Rp70 triliun

2. Di tahap inilah penggunaan sistem akuntansi digital seperti Accurate Online dapat menjadi pendukung, karena membantu menyajikan laporan keuangan dan pajak secara terstruktur, real time, dan mudah dianalisis tanpa harus terasa sebagai alat jualan

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa rencana penurunan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tidak dapat diambil secara tergesa-gesa. Setiap kebijakan fiskal memiliki konsekuensi langsung terhadap penerimaan negara dan stabilitas anggaran

Setiap Penurunan 1% PPN Berisiko Hilangkan Rp70 Triliun

Dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (28/10/2025), Purbaya mengungkapkan bahwa penurunan tarif PPN sebesar 1% berpotensi mengurangi pendapatan negara hingga Rp70 triliun.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kebijakan pajak konsumsi bukan hanya soal mendorong daya beli, tetapi juga berkaitan langsung dengan kemampuan negara membiayai berbagai program strategis.

Evaluasi Ulang Kebijakan Pajak oleh Kementerian Keuangan

1. Pembenahan Sistem Perpajakan Jadi Prioritas Pemerintah

Purbaya menjelaskan, sebelum menurunkan tarif pajak, pemerintah harus memastikan sistem administrasi perpajakan dan kepabeanan berjalan secara efisien. Pembenahan ini ditargetkan selesai dan dapat diukur hingga triwulan kedua.

Baca Juga :  Nikmati Kecanggihan Fitur Accurate Online Mampu Sesuaikan Kode Batch Barang dengan Mudah

Dengan sistem yang lebih tertata, pemerintah dapat menghitung secara riil potensi penerimaan negara sebelum mengambil keputusan besar

Baca Juga : Beban Bunga Utang Pemerintah Membengkak, Ruang Fiskal Terhimpit: Analisis Ekonomi dan Implikasi Pencatatan Akuntansi

2. Keputusan Fiskal Harus Berbasis Data dan Perhitungan Matang

Pemerintah Hindari Risiko Defisit Anggaran di Atas 3%

Sebagai menteri keuangan yang baru menjabat, Purbaya menegaskan dirinya enggan berspekulasi tanpa data yang kuat. Kesalahan perhitungan dapat berdampak pada meningkatnya defisit anggaran negara.

Baca Juga :  Otomatisasi Akuntansi Bisnis di Bulan Ramadhan dengan Langganan Accurate Online

Ia menekankan bahwa kehati-hatian merupakan kunci agar kebijakan fiskal tetap berkelanjutan dan tidak membebani perekonomian dalam jangka panjang.

Pentingnya Data Keuangan Akurat dalam Perencanaan Bisnis

Sikap hati-hati pemerintah dalam mengelola pajak mencerminkan pentingnya data keuangan yang rapi dan akurat. Prinsip ini juga berlaku bagi pelaku usaha, khususnya UMKM dan bisnis yang terdampak langsung oleh perubahan kebijakan pajak.

Pengelolaan laporan keuangan yang tertib membantu pelaku usaha memahami dampak kebijakan fiskal terhadap arus kas dan strategi usaha.

Di tahap inilah penggunaan sistem akuntansi digital seperti Accurate Online dapat menjadi pendukung, karena membantu menyajikan laporan keuangan dan pajak secara terstruktur, real time, dan mudah dianalisis—tanpa harus terasa sebagai alat jualan

Langganan Accurate Online melalui www.Akuntansiusaha.id dengan tim expert berpengalaman respon cepat dan ramah dalam pelayanan

KLIK DISINI Untuk Langganan Accurate

Tags: , Views: 93

PROMO SPESIAL

Diskon 26% + Cashback Rp. 300rb Accurate Online 1 Tahun.

1 Database 1 user + 1 User Tambahan

Rp. 3.596.400
Rp. 2.664.00

Gratis Konsultasi dan Demo