Break Even Point: Kunci Menentukan Target Penjualan Bisnis
September 14, 2026
By Ramadhan Maulana Ikhsan
Pada Intinya :
1. Break Even Point adalah kondisi ketika total pendapatan bisnis sama dengan total biaya yang dikeluarkan. Pada titik ini, perusahaan belum mendapatkan keuntungan, tetapi juga tidak mengalami kerugian
2. Menghitung BEP akan lebih mudah dilakukan ketika data keuangan bisnis tercatat secara rapi dan konsisten. Di sinilah Accurate Online dapat membantu pemilik usaha mengelola pencatatan keuangan dalam satu sistem
Menjalankan bisnis bukan hanya soal meningkatkan penjualan, tetapi juga memastikan pendapatan yang diperoleh mampu menutup seluruh biaya operasional. Salah satu cara untuk mengetahuinya adalah dengan menghitung Break Even Point (BEP)
Dengan memahami BEP, pemilik bisnis dapat mengetahui berapa banyak produk yang harus dijual agar bisnis berada pada kondisi impas atau tidak mengalami keuntungan maupun kerugian.
Apa Itu Break Even Point?
Break Even Point adalah kondisi ketika total pendapatan bisnis sama dengan total biaya yang dikeluarkan. Pada titik ini, perusahaan belum mendapatkan keuntungan, tetapi juga tidak mengalami kerugian.
1. Mengapa BEP Penting bagi Bisnis?
BEP membantu pemilik usaha menentukan target penjualan yang lebih realistis. Perhitungan ini juga dapat menjadi dasar ketika menentukan harga jual, merencanakan produksi, hingga memperkirakan potensi keuntungan.
2. Komponen dalam Perhitungan BEP
Beberapa komponen yang perlu diperhatikan antara lain biaya tetap, biaya variabel, harga jual per unit, dan jumlah produk yang terjual. Biaya tetap biasanya tidak berubah meskipun jumlah produksi mengalami perubahan, sedangkan biaya variabel dapat meningkat mengikuti volume produksi.
Cara Menghitung Break Even Point
Secara sederhana, BEP unit dapat dihitung dengan membagi total biaya tetap dengan selisih antara harga jual per unit dan biaya variabel per unit.
Contoh Perhitungan BEP
Misalnya sebuah bisnis memiliki biaya tetap Rp10 juta per bulan. Harga jual produknya Rp100 ribu per unit, sedangkan biaya variabelnya Rp60 ribu per unit.
Maka BEP = Rp10 juta ÷ (Rp100 ribu – Rp60 ribu) = 250 unit.
Artinya, bisnis perlu menjual setidaknya 250 unit dalam satu periode untuk mencapai titik impas. Penjualan di atas angka tersebut berpotensi menghasilkan keuntungan, dengan catatan komponen biaya lainnya tetap terkendali.
Baca Juga : E-Meterai: Pengertian, Fungsi, dan Cara Menggunakannya pada Dokumen Digital
Mengelola Keuangan Bisnis Lebih Mudah dengan Accurate Online
Menghitung BEP akan lebih mudah dilakukan ketika data keuangan bisnis tercatat secara rapi dan konsisten. Di sinilah Accurate Online dapat membantu pemilik usaha mengelola pencatatan keuangan dalam satu sistem.
1. Catat Transaksi Bisnis Secara Terorganisir
Accurate Online membantu mencatat transaksi penjualan, pembelian, biaya, hingga aktivitas keuangan lainnya sehingga pemilik bisnis memiliki data yang lebih terstruktur untuk melakukan evaluasi.
2. Pantau Kondisi Keuangan Bisnis
Dengan laporan keuangan yang dapat diakses dengan lebih praktis, pemilik bisnis dapat melihat kondisi pendapatan dan biaya sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan target penjualan maupun strategi bisnis.
Memahami Break Even Point membuat keputusan bisnis tidak hanya berdasarkan perkiraan. Dengan pencatatan keuangan yang lebih teratur menggunakan Accurate Online, proses mengevaluasi biaya, pendapatan, dan target bisnis dapat dilakukan dengan lebih mudah sehingga pemilik usaha dapat mengambil keputusan berdasarkan data.
Langganan Accurate Online di Akuntansiusaha.id Sekarang!



