Menkeu Purbaya Siapkan Rp55 Triliun untuk THR ASN 2026, Cair di Awal Ramadan

Februari 16, 2026

By Ramadhan Maulana Ikhsan

Daftar Isi

Pada Intinya :

1. Bagi dunia usaha, khususnya perusahaan skala besar, keputusan ini bukan hanya informasi rutin tahunan. Ini adalah sinyal kuat terkait perputaran likuiditas nasional dan momentum konsumsi domestik di kuartal pertama

2. Perusahaan harus memiliki sistem yang mampu mengelola lonjakan transaksi Ramadan 2026 secara presisi dan real-time pakai software Akuntansi Accurate online yang mengintegrasikan seluruh laporan keuangan, Transaksi dan smartlink E Banking

Kebijakan fiskal kembali menjadi perhatian pelaku usaha setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan anggaran Rp55 triliun untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) ASN tahun 2026. Pencairan ditargetkan dilakukan pada awal Ramadan.

Bagi dunia usaha, khususnya perusahaan skala besar, keputusan ini bukan hanya informasi rutin tahunan. Ini adalah sinyal kuat terkait perputaran likuiditas nasional dan momentum konsumsi domestik di kuartal pertama.

Anggaran THR 2026 Meningkat, Apa Artinya bagi Ekonomi?

Alokasi Rp55 triliun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp49,9 triliun. Anggaran tersebut masuk dalam proyeksi belanja negara kuartal I 2026 yang mencapai Rp809 triliun.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan bahwa THR dan gaji ke-13 diberikan kepada sekitar 9,4 juta penerima, termasuk:

– PNS dan PPPK

– Prajurit TNI dan anggota Polri

– Hakim

Baca Juga :  Tren Ekonomi Asia Tenggara: Kenaikan Gaji dan Keuntungan Menggunakan Accurate Online

– Pensiunan

– Komponen THR ASN 2026

Komponen yang diberikan meliputi:

– Gaji pokok

– Tunjangan melekat

– Tunjangan kinerja 100% (untuk ASN pusat, TNI, Polri, dan hakim)

– Skema penyesuaian fiskal untuk ASN daerah

– Uang pensiun bulanan untuk pensiunan

Kenaikan anggaran ini menunjukkan komitmen pemerintah menjaga daya beli masyarakat serta menopang konsumsi menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Dampak THR Rp55 Triliun terhadap Dunia Usaha

1. Lonjakan Konsumsi Domestik

Distribusi dana dalam jumlah besar di awal Ramadan berpotensi mendorong peningkatan transaksi di berbagai sektor, seperti:

Baca Juga :  Cara Mengatur Preferensi Data Perusahaan Pada Accurate Online

– Ritel dan FMCG

– Otomotif

– Properti

– Perbankan dan pembiayaan

– Pariwisata dan hospitality

Bagi korporasi besar, periode ini sering menjadi salah satu puncak revenue tahunan.

2. Tantangan Pengelolaan Arus Kas

Namun di sisi lain, peningkatan penjualan biasanya diiringi dengan:

– Kenaikan kebutuhan stok

– Biaya distribusi dan logistik

– Pembayaran vendor yang lebih cepat

– Kewajiban pajak meningkat

– Insentif tambahan tenaga kerja

Tanpa kontrol finansial yang presisi, lonjakan omzet bisa tidak sebanding dengan pertumbuhan profit.

Strategi Korporasi Menghadapi Momentum Ramadan 2026

Perusahaan besar perlu mempersiapkan strategi berbasis data, bukan sekadar prediksi musiman.

Pentingnya Laporan Keuangan Real-Time manajemen membutuhkan:

– Monitoring cash flow harian

– Analisis margin per produk dan divisi

– Kontrol persediaan lintas gudang

– Pemantauan piutang dan hutang usaha

– Laporan cepat untuk kebutuhan direksi dan perbankan

Kecepatan dan akurasi data menjadi faktor penentu dalam mengoptimalkan momentum konsumsi nasional.

Baca Juga : Cara membuat Riwayat Faktur Billing di Accurate Online

Baca Juga :  Nikmati Kecanggihan Fitur Accurate Online Mampu Sesuaikan Kode Batch Barang dengan Mudah

Peran Sistem Akuntansi Terintegrasi dalam Mengawal Pertumbuhan

Dalam kondisi ekonomi yang dinamis, banyak perusahaan mulai memperkuat sistem keuangan berbasis cloud seperti Accurate Online.

Platform ini membantu korporasi dalam:

– Mengintegrasikan penjualan, pembelian, dan persediaan

– Menghasilkan laporan keuangan otomatis dan real-time

– Mengontrol multi cabang dalam satu dashboard

– Memantau arus kas tanpa menunggu akhir bulan

– Mendukung kepatuhan pajak secara sistematis

Bagi perusahaan skala besar, sistem keuangan yang terintegrasi bukan lagi alat administratif, melainkan instrumen strategis untuk menjaga profitabilitas dan stabilitas likuiditas.

Kebijakan pencairan THR ASN 2026 sebesar Rp55 triliun adalah katalis penting bagi pertumbuhan konsumsi domestik. Bagi pelaku usaha besar, ini adalah peluang peningkatan pendapatan sekaligus ujian kesiapan manajerial.

Baca Juga :  Kolaborasi Accurate dengan Chat GPT Perkuat Asisten AI bernama Ailita

Momentum fiskal pemerintah akan optimal jika diimbangi dengan kesiapan sistem internal perusahaan

Perusahaan harus memiliki sistem yang mampu mengelola lonjakan transaksi Ramadan 2026 secara presisi dan real-time pakai software Akuntansi Accurate online yang mengintegrasikan seluruh laporan keuangan, Transaksi dan smartlink E Banking

Hubungi Akuntansiusaha.id untuk Langganan Accurate Online

Tags: , Views: 27

PROMO SPESIAL

Diskon 26% + Cashback Rp. 300rb Accurate Online 1 Tahun.

1 Database 1 user + 1 User Tambahan

Rp. 3.596.400
Rp. 2.664.00

Gratis Konsultasi dan Demo